Moenk, a mom from Bunayya, Ibrahim and Alifa.
now living in Tangerang. A housewife with a part time job as a tajweed teacher, and as a cooking master for my own children :P

esthafia75@yahoo.com





Menu



Dibuang Sayang...


Separuh agama
Playboy ruhani
Cinta...satu bait tak terkatakan
Aku akui...aku cinta padaMu
Kala kenyataan gak sesuai harapan
Anak kita....adalah amanah
Ballighu anni...






Free chat widget @ ShoutMix




Tag from Gege

Tengkyu perimach yah geigeh... cupp..cupp.mwahhh ;)PhotobucketPhotobucket






Indonesian Muslim Blogger
tadotsugakuen


OnePlusYou Quizzes and Widgets
Created by OnePlusYou

blog ini tampak lebih manis jika dan hanya jika disaksikan pake

Get Firefox!


Site powered by Tabulas.

August 13th, 2008

Buna minta nikah?


Penghuni rumah ini adalah saya,.. (emaknya bunayya, ibrahim dan alifa)... ada nenek umi... juga ada om jajang.. total ada 6 orang.

Nah... buna nih... adaaa aja pikirannya yang keluar lewat omongan2nya... yang kadang gak terduga sama sekali, bikin saya suka gak tau gimana jawabnya .

Pernah... buna bilang gini:

Buna: "Ma... mama punya anak lagi dong.. tapi yang cewek".

saya: "emang kenapa? dan kenapa harus cewek?"

Buna: "iya... kan ntar kalo aba udah pulang, biar jumlahnya sama,.. sekarang ada kk buna, adek abim, om jajang... kita semua laki2... trus kalo tambah aba, jadi laki2nya 4, perempuannya cuma 3,.. mama, adek ipe sama nenek aja".

saya: "emangnya om jajang akan terus sama kita? kan nanti kalo om jajang nikah... om jajang gak tinggal sama kita lagi k, om jajang sama istrinya nanti punya rumah sendiri". (niat saya sambil ngledekin buna... soalnya buna nih penggemar beratnya om jajang... gak rela banget liat om jajangnya punya cewek ).

Buna:"om jajang gak boleh nikah.... nggak... (marah mode ON) om jajang nikahnya nanti aja... tunggu k buna lulus kuliah".

mama, nenek, om jajang: (dalem hati)... yaaa bun.... lumutan dong... kasyian amat om jajang musti nunggu 15 taon lagi baru boleh nikah... sekarang aja nasibnya udeh memprihatinkan begitu... udeh 30 taon,.. masih juga menjomblo xixixixi....

Nah, terus... saya ini kan punya 2 moms ... lah itu kan poligami versi dahulu kala, entah gimana cara ijinnya en apa sebabnya, yang jelas... alhamdulillah... my 2 moms sampe skrg teteupp akur2 aja... walau abah udah gak ada sejak desember 1997, yang ada nih emak2 kita malah kalo udeh ketemu... sampe jauh malem ngobrolll melulu sampe gak tidur2... biasa... karena kita tinggalnya jauhan, yang atu di bekasi, yang atu di tangerang... jadi kalo saling berkunjung, gak afdol kalo gak pake nginep

ehhh pas lagi diatas ojek jemputan buna pulang sekolah, (waktu itu buna masih TK) buna lagi2 ngomong gini:

Buna: "ma.. mama enak banget... punya mama 2... kok k buna cuma 1?"

saya: @#$@$#@#@$!!! (kaget bentaran,...tapi saya jawab aja)... "emang kenapa? kk mau mamanya 2? bilang aja ntar kalo aba nelpon..." tapi dalem hati sambil do'a... mudah-mudahan ..... buna lupa pas abanya nelpon"

ehhh si abang ojek nyautin pula... "wahh bun... itu abanya kayak kejatohan duren tuhh disuruh cari mama baru lagi"...

nah,... satu lagi.... buna kan sering nanya2... umur nenek berapa.. umur mama berapa, om jajang berapa... aba, uwak... ahh semuanya deh diabsen... trus kalo k buna nanti kuliah, mama umurnya berapa? aba, mama masih ada gak kalo k buna selesai kuliah? dll, dst, dsb...

suatu malem... waktu saya lagi baca2... buna lagi belajar.. pokoknya suasana lagi tenang deh.... tiba-tiba buna datengin saya,.. dengan wajah yang serius... ngomong pelan... gak lupa pake garuk-garuk kepalanya yang gak gatel itu...

Buna: "ma... gini aja deh... kan dulu nenek nikahnya umur 14 tahun... kalo gitu, k buna ntar kalo udah kelas 2 smp... kan umur kk 14 tahun... k buna nikahnya pas ntar kelas 2 smp aja deh ma.... boleh ya?" (udeh pelan ngomongnya.... romannya juga penuh pengharapan gituh)...

saya: "kenapa mau nikah kelas 2 smp?"

Buna: " biar ntar kalo anaknya kk seumuran kk, mama masih hidup... jadi kan masih ketemu... mama masih bisa liat anak kk,... kayak nenek umi kan sekarang masih hidup.. masih bisa ketemu kk sama adek ipe sama adek abim"...

saya: "hehehe kk buna... (ceritanya tetep keliatan tenang nehhh padahal hati mah mo ketawa ngakak... ) gini aja... kk makanya banyak2 do'a... doain supaya mama, aba... panjang umur tetep sehat... supaya bisa ketemu anak2nya kakak,... kakak gak usah nikah pas kelas 2 smp... ntar kk sekolahnya gimana? lagi belajar tau2 ditelpon sama istrinya kakak, anaknya kk sakit... atau anaknya kk kepleset... gimana? repot kan? belum lagi ntar pas kk lagi ngerjain PR malem2... anaknya kk nangis2 minta susu,.. minta digendong... ayoo?? repot gak? sekarang aja kk suka nangis kalo lagi belajar digangguin adek2... (pasang senyum paling manis paling bijak sedunia) hihihi...

nenek & om jajang (Invisible): "Huuuu.... buna curang... om disuruh nunggu buna selesai kuliah... tapi dia sendiri mo cepet2 nikah..."

Fiuhhhh..... dasar anak!....

Posted by bunayya at 09:38 PM on August 13, 2008 in

5 koment, tengkyuu






August 4th, 2008

Sebelum kamu ceraikan aku....


Ini cerita lama,... lagi ngedit folder di email.. nemu cerita ini... diposting aja ahh,.. kali aja ada yang belom baca... so switttt...

Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.

Itu adalah kejadian 10 tahun yg lalu.

Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.

Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. keseharian kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.

Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.

Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis."

Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis." Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2.

Aku tahu kalo aku telah mengkhianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.

Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka.

Sejujurnya, ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV ber-sama2. Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.

Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Walaupun kelihatan sedikit curiga, Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He mat, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.

Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,
" Ada sesuatu yg harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut, "kenapa?"

"Aku serius". Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, "Kamu bukan laki2!".

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkimpoian kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi ..

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran .Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.

Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He mat, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan.

"Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu" Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkimpoiannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami, "wah, papa membopong mama,mesra sekali"

Kata2nya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut, "mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia dipintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar,hati2 kalau kamu lewat sana."

Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra, seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.

Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat, "semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum, tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus, itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat.

Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit. Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"

Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".

Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku "maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"

Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis

" Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."
 

Posted by bunayya at 08:09 AM on August 4, 2008 in

10 koment, tengkyuu






July 21st, 2008

To be Ikhlas... How?


Setting: Diujung timur kota Jakarta... disebuah rumah yang lumayan mewah..  seorang cewek not a girl but not yet a women lagi gundah, sms ke gurunya yang ada di ujung selatan jakarta. (jauhhh amettt yak? hihihi).

cewek: "Bang,... gimana sih caranya biar kita bisa ikhlas? susah bener deh rasanya untuk bisa ikhlas... (keluh)"

Gurunya "3 hal menumbuhkan keikhlasan:

  • 1.Pengkajian ilmu agama secara rutin & intens (Taklim).
  • 2.Dzikir dawam,pagi-sore.
  • 3.Menjaga amal2 sunnah, spt: witir sblm tidur, 2 rakaat qobliyah shubuh, dan 2 rakaat sunnah dhuha".

Cewek: "Terus,.. gimana caranya kita bisa tau kalo kita udah ikhlas?"

Gurunya: Kalo kita sudah biasa dgn 3 hal tsb:
1. Kita akan merasa rugi jika meninggalkannya.
2.ada perasaan cinta kpd 3 hal tsb & akhirnya muncul keikhlasan  dan istiqomah kpd amal2 yg lain".
Rgds, Moenk

Posted by bunayya at 07:35 PM on July 21, 2008 in

4 koment, tengkyuu






July 7th, 2008

Seragam arwah


Selain mo ngobrol soal seragam, disini saya mo ngobrol juga ttg 1 firqoh.. it's a hard topic,.. sorry kalo ngbacanya cape drunk.gif

Hari ini pendaftaran ulang buat yang naik kelas. Kalo yang baru mau masuk, seperti buna, misalnya... ya hari ini itu pembagian seragam sekolahnya. Sekalian urusan pernak pernik lainnya... penjelasan cem macem deh tentang sekolah di sekolah barunya ini.

Kalo ada pepatah yang bilang... lain ladang lain belalang... lain lubuk lain ikannya,... Nah kalo lain sekolah? ya lain seragamnya dong yah? smile.gif Selain laen juga peraturan2nya.

Ngomong-ngomong soal seragam, saya mo ngbahas soal seragam yang laen daripada yang laen,.. gak ada dan gak akan dijumpai disekolah manapun dah, cari aja dari ujung kulon ampe wetan goggle.gif kalo nemu, saya anggep sodara dah, tongue.gif xixixi...

Yang ini mah seragam khususon punyanya para arwah.. scared.gif ihhh bener, ada lho, zumpe ane zuzur! :D... masih kurang yakin? yuk mari yuukk kite simak hadits berikud inih...

"Sesungguhnya arwah-arwah (Jiwa" itu bagaikan tentara yang berbaris. Jika mereka saling mengenal (cocok), maka mereka menyatu, tapi jika mereka saling mengingkari (tidak cocok), maka mereka saling berselisih. (HR Bukhori).

Nah tuhh... kalo direnungkan maknanya, ternyata arwah kita tuh masing-masing punya seragam, maksute yo opo tho? maksudnya....kalo kebetulan kita cocok alias klik sama seseorang, ntu artinya kita ketemu sama orang yang jiwanya satu seragam sama kita. Hmmm... saya juga jadi mikir, iya..yaa... pantes aja dimana-mana ada istilahnya klik, cucok, sahabat sejati, temen biasa, temen sepermainan, ampe soulmate alias pasangan jiwa, cie cieee.... Kalo kate orang mah... jauh dimata deket dihati loveeyes.gifsodara bukan, apa bukan... cuma kenal lewat internet misalnya,.. tapi kok ya nyambung? hehehe... Tapi ada juga yang udeh bertaon-taon tinggalnya deketan, teteupp aja gak bisa akrab2,... pastinya ntu karena rohnya gak satu seragam tuh, gimana mo cucuok bo...yang atu batik, yang atunya polkadot, halah... pantes ajah teu nyambung! hehehe....

Mikir-mikir lagi ebot cocok nggaknya orang,.. pantes juga... 2 orang sahabat Nabi, yakni Umar bin khattab dan Ali bin abi thalib radiallohu 'anhuma pernah beratsar (berucap):

Janganlah kau berbicara pada suatu kaum dengan pembicaraan yang tidak mereka tau/kenal, karena akan terjadi fitnah diantara mereka. (fitnah= ujian dan cobaan) tapi berbicaralah pada manusia dengan apa-apa yang mereka kenal... (dapat dicerna), apakah kamu suka jika pada akhirnya mereka (menurut kamu) mendustai Allah dan Rasulnya?

Nah lagi.... lagi-lagi atsar tersebut jadi bikin saya mikir lagi.... hhmmm... pantes aja, dahulu juga Nabi menganjurkan pada para sahabat untuk menyampaikan dakwah sesuai dengan situasi dan kondisi dimana mereka berdakwah. Yah kalo pake bahasa gampangnya.... umpama... seorang dai dakwah disebuah kampung yang masih jauh dari kemajuan, jarang yang tamat smp, kehidupan sehari-hari masih jauh dari modern, ya tentunya si dai jangan pake bahasanya mahasiswa... keluarin segala macem istilah2 yang bikin jamaah malah nambah bingung, ni orang ngomongin paan yak? drunk.gif yang ada... besoknya gak bakal dateng lagi dah.

Hanya gara-gara cara menyampaikan, ataupun cara menerapkan suatu faham yang rada sulit untuk dimengerti oleh orang lain, akhirnya si penyampai menyimpulkan, wah ni orang gak mao dapet hidayah nih... gak mao diajak masuk surga...

Balik ke atsar sahabat diatas, dikenal disini maksudnya...Qur'an dan hadits... ditafsirkan dengan manhaj salafussoleh... alias tafsiran yang bener,... gak berdasarkan penafsiran ro'yu (akal) dan penafsiran yang tidak ada ilmunya, alias menafsirkan berdasarkan nafsu semata. Karena... kalo aja kita bener-bener menafsirkan berdasarkan manhaj salafussoleh... gak akan pernah ada kesengsaraan, kesulitan dan penderitaan di dunia ini. Karena Islam itu kan Rahmatan lil 'Alamiin... pembawa rahmat... membawa kedamaian, ketentraman,... bukan kesulitan dan kesengsaraan.

Misalnya... saking ringannya Islam... mana ada orang miskin wajib haji? kan disebut dalam rukun islam "untuk yang mampu". apalagi.......... hanya sekedar mau ke India, Pakistan dan Bangladesh? maafff.... Untuk satu aliran...3 negara ini seakan-akan udah jadi kewajiban untuk di kunjungi.. kalo dalam istilahnya mereka (org2 yang ngjalanin IPB ini pasti ngerti, siapa yang saya maksud), adalah khuruj.... jadi seakan-akan lebih wajib daripada ke Mekkah... karena alasan mereka,.. untuk membersihkan hati dulu... subhanalloh... mana ada manusia yang bisa bersih sebersih2nya??? zipit.gif

"Janganlah kamu mengatakan dirimu itu suci, ALLAHlah yang Maha Mengetahui siapa orang yang bertakwa" (QS An-Najm:32)

Manusia memang punya potensi untuk berbuat dosa... maka dari itu ALLAH kasih kita do'a Sayyidul Istighfar... dalam kalimatnya ada berbunyi: Wa ana 'alaa 'ahdika, wa wa'dika... Mastato'tu, Dan aku berada diatas janjiMU, (janji untuk berbuat Taat)... dan aku berada diatas janjiMu, (janji untuk menjauhi larangan)... sesuai kesanggupanku . Subhanallah... doa ini udah bener-bener menunjukkan... betapa lemahnya kita...

Maaf... tulisan ini ada sebagian yang saya tujukan buat satu aliran... yang.... sebenernya juga emang udah lama pengen saya bahas... inginnya saya bertanya kepada yang bisa sebijaksana mungkin memaparkan... jadi bisa memuaskan semua pihak... Jadi kalo ada dalam uraian saya ini kalimat2 yang gak sesuai menurut mereka... saya terbuka untuk nerima masukan. Karena ini bukan sekedar cerita... ini adalah kisah nyata... betapa sulitnya memahami aliran ini,.. sampai-sampai yang sering terjadi adalah perpisahan... karena gak cocoknya pasangan menghadapi perubahan pasangannya... dikasih saran malah dibilang, hubbuddunya... gak pernah puas... ga bisa bersyukur... dll..dst... cry.gif

Satu pesan singkat datang ke hp saya semalam... seorang istri menangis2... berusaha mencari jawaban... gimana semestinya menghadapi pasangannya... udah kerjaan belum jelas.. hutang masih blm terbayar... motor satu2nya yang dipakai untuk mencari kerja malah mau dijual.... hanya untuk ke IPB tadi... saat si istri coba kasih pendapat... yang ada malah dibilang gak bantu suami berdakwah... hubbuddunyalah.. jangan percaya sama hartalah.., coba deh... gimana semestinya istri menghadapi situasi kayak gitu? sementara suami malah dekat sama anak2 teman2nya (karena lebih sering berkumpul sama teman2nya itu ketimbang sama keluarga) sama anak sendiri malah asing... anak sampe gak mau digendong sama ayahnya,... gimana gak ngenes dengernya?

1 lagi kisah nyata... yang ini sampe anaknya sakit pupnya keluar darah... si ayah teteup aja kalem katanya pasrah pada Allah... padahal si ibu juga udeh berusaha ikhtiar bantu berjualan... suami cuma kumpul2 aja sama temen (alasan dakwah),.. sementara istri bolak balik jualan nasi dari kampung ke kota,... plis deh...

Ya kalo mo zuhud sama dunia dan khusyu' total sama akhirat, trus anak istri dibilang cuma fitnah... kenapa mereka menikah ya?

Wahai
manusia, takutlah kepada Allah akan urusan wanita. Sesungguhnya kamu
telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanat Allah. Kami halalkan
kehormatan mereka dengan kalimah Allah. Sesungguhnya kamu mempunyai hak
atas istrimu, dan istrimu pun memiliki hak atasmu. Ketahuilah aku
wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap istri kalian.
Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk
dirinya, dan kamu pun tidak memilih apa-apa dari diri mereka selain
itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya terhadap
mereka.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Yah akhirnya... balik lagi ke topik... jiwa-jiwa kita punya seragam masing2... yang cocok buat si A, belum tentu bisa diterapkan sama si B... Rasulullah saw pernah berpesan...:

Yassiruu walaa tu'assiruu... bassiruuu walaa tunaffiruu...

permudahlah jangan dipersulit... berilah kabar gembira, jangan menakut-nakuti..

Kita pernah denger ungkapan Ilmu tanpa amal, pincang. Dan Amal tanpa ilmu, buta. Memang banyak orang2 yang banyak ilmu, tapi gak dibarengi amal... jadinya malah omdo, alias omong doang... bisanya nyuruh tapi diri sendiri gak ngjalanin. Dan.... ada juga orang2 yang giat di amal... tanpa ada ghiroh untuk menambah ilmu. Maaf... maksudnya gak merasa rugi dengan mempelajari hanya 1 kitab, ituuu... aja, tamat dibalik lagi.... diulang2 diingat2... berapa tahunpun mengikuti aliran ini, tetep aja yang dibaca bolak balik cuma 1 kitab itu aja.

Sebenernya sih... kalo kita baca sejarah kehidupan Nabi dan para sahabat, itu juga gak salah... kalo mereka (yang cuma ghiroh di amalan) pake mottonya : "Daripada banyak bacaan, banyak ilmu, tapi gak ngamalin?" ya emang bener...kalo kata-kata pamungkasnya itu. Tapi kalo orang2 yang ghiroh di memperbanyak ilmu, apalagi sambil ngamalin, lha.... ngamalin ilmu itu kan emang gak bisa langsung 100% sesuai ilmu yang dipelajari. Kayak kita sekolah aja.... begitu banyak pelajaran yang dikasih... apa kita bisa langsung menyerap semuanya sekaligus? pas dapet NEM, semua mata pelajaran 10? jarang banget kan?

Maaf......... sebenernya kata-kata yang kayak gitu itu yang saya pikirin sejak lama,... gimana orang itu bisa ngcap orang lain gak ngamalin? apa yg ngamalin harus laporan setiap hal yang dia kerjakan? bukannya jadi riya? Kalo mau dibalikin lagi, jadi si ghiroh amal ini juga ujub dong? alias bangga sama diri sendiri, alias bangga karena dirinya masuk ke golongan yang banyak amalan... nah tuh... yah kalo kita saling nyari salah mah emang gak akan ada habisnya. Cobalah.... kalo aja kita bisa meniru cara bergaulnya para sahabat, saat mereka hijrah... yang memakan waktu sangat lama... diterik panas yang menyengat... bulan puasa pula... sebagian ada yang tetap melanjutkan puasanya... sebagian lagi memilih berbuka. Karena rasululloh sendiri gak memberatkan mereka... bagi yang mampu meneruskan silakan... yang nggak juga ya monggo... gak ada sangsi gak ada aib... Dan para sahabat juga gak ada yang saling ngbanggaiin diri, yang berpuasa gak mencela yang berbuka... begitu juga sebaliknya. Indah banget kan?

Selebihnya, wallohu a'lam... mudah-mudahan saja... ALLAH swt senantiasa menunjukkan kita kepada kebenaran... halo.gif aminnn...

link terkait:

Ini Dan Ini

Posted by bunayya at 12:03 PM on July 7, 2008 in

6 koment, tengkyuu






« Newer | »