Hari itu .. seorang perempuan cantik terlihat sedang merenung... baru saja suaminya keluar dijemput oleh teman2nya.. saat itu kebetulan saja, perempuan ini tak sengaja.. memperhatikan mereka bertiga, 2 sahabat suaminya dan suaminya yang sedang berjalan keluar rumah.
Dan.... kembali tersadar.... betapa jauh dari "tampan" suaminya tersebut. Baru saja dibandingkan dengan sahabat2nya yang notabene... bukanlah siapa2... tanpa sadar bathinnya berbisik... "...hhh... gak ada manis2nya amat sih suamiku ini.... udah pendek, item,.. kecil... hidup pula!"
Meski sebenarnya... pernikahannya dengan sang suami yang tampan ini bukanlah pernikahan paksa... dimulai dengan niat untuk ikhlas.. mencoba... meraih surga dengan kesabaran yang sedang dan terus menerus diusahakan... apalagi, yang datang melamar dia untuk suaminya itu seseorang yang... aduh, kayaknya somse banget deh kalo sampe nolak,... siapa lagi kalo bukan baginda rasululloh saw..
tapi,... sisi kemanusiaan itu terkadang begitu kuat menggedor2... fiuhhh...
Hari terus berjalan.. detik merambat menjadi rangkaian minggu... rasa cinta itu tidak jua tumbuh,... si perempuan cantik ini gelisah... mencoba bertahan, amatlah sulit... mencoba untuk menyayangi.. tapi rasa itu tidak juga hadir... "ya Allah... harus bagaimana ini? ... bagaimana mungkin aku hidup bersama dengannya tanpa ada rasa cinta... meski itu bukan segalanya, tapi.... salahkah aku jika ingin memiliki rasa itu?"
Akhirnya, terdorong oleh rasa yang semakin mendesak... pergilah perempuan ini menghadap baginda Rasululloh saw... mencoba mencari jalan keluar dari apa yang saat ini melanda bathinnya...
perempuan : "Ya rasululloh... saya tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan saya dengannya, sekian lama mencoba untuk terus menjalani, berharap pada akhirnya rasa cinta itu hadir, tapi justru perasaan saya semakin tidak tahan... suami saya bukanlah orang yang berakhlak buruk, dia baik.. soleh... agamanya terpuji, tapi.... secara fisik, dia jauh dari harapan saya, saya takut jika terus memaksakan pernikahan ini, pada akhirnya... saya menjadi kufur".
Rasululloh saw : "Apa mas kawin yang suamimu berikan waktu kalian menikah dulu?"
perempuan : "Kebun, ya rasul..."
Rasululloh saw : "apakah kamu sanggup mengembalikan kebun tersebut pada dia?"
perempuan : "iya.. ya rasul... kebun itu masih utuh... "
Rasululloh saw : "maka... kembalikanlah kebun tersebut, dan resmilah kamu berpisah dengannya"
menurut kisah, inilah perceraian pertama yang terjadi dikalangan sahabat. Suami yang menurut istrinya jauh dari ganteng ini adalah Tsabit al-Qeis, termasuk dalam daftar 60 sahabat rasul yang terkenal. Kalo sebelumnya ada istilah janda... itu bukan karena cerai hidup dengan alasan tertentu, melainkan.... karena meninggal dalam perang.. atau pisah karena berbeda keyakinan. Saat istri hijrah... suami gak mau... begitu juga sebaliknya.
Nah, gimana dengan perceraian demi perceraian yang terjadi saat ini? berita demi berita menyodorkan lika liku perceraian dengan berbagai macam versi... udah kayak trend, menyaingi trend busana atau trend warna tahun 2009 nanti
.
Perceraian adalah satu2nya perbuatan halal yang dibenci Allah swt. tapi kenapa Rasululloh saw mengabulkan permintaan perempuan itu ya? karena alasan perempuan a.k.a istrinya Tsabit al qeis ini masuk akal... dia takut gak bisa menjalankan hukum-hukum Allah pada akhirnya nanti. maksudnya? ya ... kan sering kita denger... syurganya perempuan itu gampang banget... tinggal nurut sama suami, beres! nah... masalahnya... kalo yang mau dituruti ini gak ada kharismanya sama sekali buat makmumnya... gimana? istri juga manusia... kalo bisa sabar menjalani, alhamdulillah... kalo nggak, ya gak bisa disalahkan... rasululloh aja gak memaksakan... 
…apakah ... sudah terlalu banyak wanita-wanita pintar yang makin merasa mandiri sampe gak butuh lagi imam?…
Gampang banget ya kesannya perceraian itu terjadi? sebenarnya... apa aja sih yang bisa merusak pernikahan? Dikarenakan gak kuat menjalani situasi buruk dalam perkawinan, apakah lantas keputusan untuk cerai itu gak lebih buruk? ... hhmm... banyak banget yang pake alasan demi anak-anak ... trus mengorbankan kebahagiaan pribadi dan dengan terpaksa terus menjalani perkawinan yang udah terasa hambar. Atau.... berani ambil keputusan .. hidup sendiri, dengan tetap berusaha untuk tegar dan berjuang .. demi anak-anak juga, tapi bathin lega? mana yang lebih baik? wallohu a'lam bishshowab ...
Kenapa sekarang banyak terjadi perceraian? apakah ... sudah terlalu banyak wanita-wanita pintar yang makin merasa mandiri sampe gak butuh lagi imam? atau ... makin jarang suami-suami idaman dambaan para istri? 
Talak adalah yang udah umum kita kenal, yaitu cerai .. tapi talak itu maksudnya adalah ucapan cerai yang datang dari pihak suami, .. diucapkan baik secara jelas.. atau secara sindiran .. bahkan, secara main-main pun ... talak tetap jatuh sebagai talak, artinya ... untuk urusan Talak, gak boleh ada kata main2 ...
Rasululloh saw bersabda: "ada 3 perkara yang bila disungguhkan jadi, dan bila main-main pun, tetap jadi. Yaitu Nikah, Talak, dan Ruju' "
(HR Imam yang 4, kecuali imam Nasa'i)
Talak ini ada 2 jenis, yaitu talak raja'i : talak yang masih bisa dirujuk lagi tanpa perlu melakukan perkawinan ulang atau akad baru asal istri masih dalam 'iddah. ex: talak 1 dan talak 2.
yang kedua adalah talak ba'in : yaitu talak yang gak bisa asal rujuk, kecuali harus melakukan akad baru. Atau istilah simpelnya,... mengulang lagi janji pernikahannya. Nah talak ba'in ini terbagi lagi jadi 2, yaitu : Ba'in sughro / kecil (talak tebus / khulu' dan talak kpd istri yang belum dicampuri) dan ba'in kubro / besar (talak 3).
Nah,.. selain talak ... sebenarnya masih ada lagi sebab-sebab yang jadi penyebab rusaknya pernikahan, antara lain adalah: Fasakh, Khulu', Ila' dan Li'an. nah tuh ... banyak kan? sedangkan yang sekarang sering kita liat di media hanya talak dan talak aja ... kenapa ada begitu banyak? karena perkawinan itu bisa rusak karena beberapa sebab. Dan bagaimana sebabnya itulah yang menentukan apakah jatuhnya jadi talak, ataukah Khulu' .. atau jadi Li'an? ... walah... apaan tuh? ... ehehehe... yuk mari yuukk kita kupas satu persatu ... 
Fasakh: Artinya rusak atau putus. Maksud fasakh adalah perceraian dengan merusak atau merombak hubungan nikah antara suami istri. Dilakukan oleh hakim dengan sebab-sebab tertentu tanpa ucapan talak. Perceraian yang terjadinya karena fasakh ini, gak bisa sembarangan dirujuk kecuali ... dengan melakukan akad baru alias nikah ulang ... nah loh? ribet amat ya?.. ya iyalah ... dibuat ribet biar kita gak asal main rusak suatu perjanjian yang kokoh (mitsaqon gholiza) yang waktu melakukannya kita pake mengucap kalimat syahadat juga ... artinya apa? artinya .. betapa seorang laki-laki yang udah begitu berani mengambil seorang anak manusia .. membawanya pergi berpisah dari keluarganya, menjadikannya halal untuk dia dengan sebab terucapnya kalimat syahadat .. masa iya ... akan disia-siakan begitu aja? ... tarolah gak malu sama manusia ... apa gak merasa malu pada Sang Maha ..? saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah ,.. dan bersaksi bahwa Muhammad adalah rasululloh ... dengan ini saya nikahkan si fulanah binti fulan ... dengan mas kawin ... bla..bla..bla.. sah! hayo... monggo.. para misua .. diinget2 lagi saat dikau menikah dulu... apa aja janji2 yang udah terucap? gimana niat yang dulu terpancang dihati? setelah seorang ibu dengan berat melepaskan buah hati yang sekian lama diasuhnya... diberikan begitu saja kepadamu,.. dengan berbekal harapan dan keyakinan, bahwa kau mampu memberikannya kebahagiaan seperti yang biasa diberikan sejak kecil hingga dewasanya.. ? Bukankah salah satu tanda muslim yang baik adalah gak pernah ingkar dari janjinya? .... 
Ribuan tahun silam, di Padang Arafah, dihadapan ratusan ribu umat Islam
yang pertama, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah perpisahan yang
terkenal dengan Haji Wada'
Perhatikanlah salah satu hal yang beliau wasiatkan pada hari itu :
Wahai manusia, takutlah kepada Allah SWT akan urusan wanita.
Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanat
Allah. Kami halalhan kehormatan mereka dengan kalimat Allah.
Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istrimu, dan istrimu pun mempunyai
hak atas kamu. Ketahuilah, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat
baik terhadap istri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak
memilih apa-apa untuk dirinya, dan kamu tidak memilih apa-apa dari diri
mereka selain itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat
aniaya terhadap mereka. (HR. Muslim dan Turmudzi)
Rasulullah bersabda yang artinya :
Ada dua dosa yang akan didahulukah Allah siksanya di dunia ini
yaitu Al-baghyu dan durhaka kepada orang tua. (HR Turmudzi, Bukhari,
dan Thabrani)
Al-baghyu adalah berbuat sewenang-wenang, aniaya, dan zalim kepada
orang lain. Dan Al-baghyu yang paling dimurkai Allah adalah berbuat
zalim terhadap istri. Yang termasuk Al-baghyu adalah menelantarkan
istri, menyakiti hatinya, merampas kehangatan cintanya, merendahkan
kehormatannya, mengabaikan dalam mengambil keputusan, dan mencabut
haknya dalam memperoleh kebahagiaan hidup bersama. Karena itulah
Rasulullah SAW mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki
dari cara bergaul dengan istrinya.
Rasulullah bersabda yang artinya :
Tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia. Tidak merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah juga.
Rasulullah adalah manusia paling mulia. Dan Aisyah bercerita bagaimana beliau memuliakannya :
Di rumah, kata Aisyah, Rasulullah melayani keperluan istrinya
(seperti) memasak, menyapu lantai, memerah susu, dan membersihkan
pakaian.
Nah ... apa ajakah yang bisa menjadi penyebab fasakh? cuma 3 ... yaitu:
- Karena cacat .
- Karena tidak mendapat nafkah, dan ..
- Karena tidak memenuhi janji.
Fasakh karena cacat itu ada sejarahnya,.. satu ketika, Rasululloh saw akan menikahi seorang wanita dari Bani ghaffar, pada malam pengantinnya, tiba-tiba diketahui si wanita ini memiliki "baros" pada lambungnya, maka beliau berpaling dari kasur dan bersabda: "Ambillah kainmu dan tutup kembali bajumu" maka rasululloh saw tidak mengambil apapun yang sudah beliau berikan kepada wanita tsb. (HR Ahmad dan Baihaqi).
Ih kok rasululloh tega? yah .. itu mah manusiawi lagi... kalo kita sekarang.. nikah.. trus pas malemnya kita liat suami kita tau2 badannya penuh dengan hiasan pulau2 yang berjajar alias panu? kira2 jijay gak? boong banget deh kalo gak jijay... itu hikmah dari hadits diatas... kalo terjadi hal seperti itu, gak salah kalo kita membatalkan pernikahan,.. kok? iya.. gak salah... siapa suruh dia gak jujur? jangan menyembunyikan cacat... lha pedagang barang aja gak boleh ngumpetin cacat suatu barang ... apalagi kita? yang udah mengadakan perjanjian dengan sesama manusia...
Jadi, kalo ada orang jelek merasa... ahh dia gak setia... pas tau gue panuan dan punya kudis, die ninggalin ... wah..wah... setia / nggak mah gak ada kaitannya sama panu,kadas,kurap,dan gatal2
Yang penting.. jujur dululah ... masalah jadi/nggaknya nikah dengan idaman kita, itu urusan Allah... jangan sedih dan jangan minder.. tapi kalo kita memang benar2 mencintai seseorang... bukankah yang kita fikirkan ... bagaimana agar dia bahagia? bukan bagaimana kita bisa dibahagiaain sama dia... jangan minta dibahagiain aja sementara kita gak bisa memberikan dia apa-apa ... gitu kira-kira... 
Nah Fasakh yang kedua adalah karena kusta atau Gila.. Haditsnya dari Umar ra, katanya "Siapa saja laki-laki yang mengawini seorang wanita dan padanya terdapat tanda-tanda gila atau supak (kusta) , kemudian wanita itu disentuhnya.. Maka bagi wanita itu tetap berhak maskawin yang sempurna, yang demikian itu adalah hak bagi suaminya, dan hutang bagi walinya".
fasakh ke3 karena impoten : Jika ternyata si laki-laki ini impoten atau lemah s*****t
maka menurut haditsnya dapat ditunggu (si istri boleh bersabar) sampai 1 tahun. Haditsnya masih dari Umar ra juga. 1 tahun? yaa.. cukuplah untuk mencoba bersabar... kalo udah setahun lebih? jangan salahkan kalo istri minta pisah ... itu boleh kok, daripada daripada.... akan tetapi .......... andai ada..... sosok istri yang saking cinta matinya sama suami,... meski lemah kayak apapun masih bisa bertahan sampai akhir? ... subhanalloh... itulah dia ... kenapa yang namanya menikah itu bisa diartikan kita udah menyempurnakan setengah agama kita,.. ya... karena lika likunya subhanalloh deh ... terlalu berat untuk digambarkan ... terlalu komplek untuk dibayangkan ... seperti seorang teman bilang ... kalo pernikahan itu demikian indahnya ,.. gak ada lika likunya, suami soleh, takwa, ganteng, kaya dan cinta mati sama kita ... bahagia lahir batin.. gak ada selingkuhan, gak ada saingan alias madu ... anak-anak damai kita tetap mesra,... apa namanya? hehehe too good tobe true deh ahhh... 
nah fasakh yang terakhir adalah adanya cacat daging tumbuh pada pihak perempuan. Yaa... kalo jaman sekarang mungkin bisa kita sebut kista kali yaaa... yang bisa sampe mengganggu kehidupan perkawinan kita ... mempengaruhi pergaulan suami istri ,.. jangan salahkan suami dan jangan ngamuk, kalo andai .... misua minta ijin nikah lagi
atau .. yaa... talak sekalian.
Penyebab selanjutnya adalah Khulu' .. li'an dan Ila' ... tapi,.. hhmm... tentang Khulu' ini juga puanjaaaang banget deh kalo mo dijelasinnya ... yang jelas sih,.. Khulu' ini memihaknya ke perempuan nehh .. apaan tyuuhh... mo taukahh? ... tubi kontinyud deh ... saya mo semedi dulu... kali dapet wangsit lagi 
yuk bai bai ... 
*Baros: adalah penyakit belang pada kulit.
*Tentang Mitsaqon Ghaliza ini pernah saya posting dimari ... monggo aja kalo mo dibaca lagi
dan ...
duh,.. salah satu komentarnya is my best friend... yang sekarang mudah2n sudah berbahagia selalu disana ...
Ya Allah ... ampunkanlah dia, lapangkan kuburnya... maafkanlah dia dan sayangilah dia... amin.... al-fatihah untukmu, teh ...