Profil
Profil Facebook Moenk Sayeeda Moorthafia
Buat lencana kamu sendiri
"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari."

Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer

“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”


About me

INFJ - "Author". Strong drive and enjoyment to help others. Complex personality. 1.5% of total population.
Take Free Myers-Briggs Personality Test


greatly Links:

Islam's Things

fatwa online

Rabia el adawiya

Islamic Play&Learn

Islam4Kids

Islamic Games

Yang mau belajar quran 1

Yang mau belajar quran 2

Blog's Things




Free chat widget @ ShoutMix








Temans:






Indonesian Muslim Blogger

Yuk.Ngeblog.web.id

tadotsugakuen OnePlusYou Quizzes and Widgets
Created by OnePlusYou



blog ini tampak lebih manis jika dan hanya jika disaksikan pake

Get Firefox!


[Valid RSS]

Site powered by Tabulas.

Entries for February, 2009


February 9th, 2009

Khulu' ... part of marriage II


Assalaamu'alaikum ...

...wuihh dah sebulan euy blon nyambungin postingan kemaren :D maaf ya temans .. bukan karena tak cintah ... apa daya adaaaa aje halangan yang merintangi .. (cuit cuittt,.. serasaaa)

Tapiii, sbelom saya lanjut ke sebab2 rusaknya pernikahan yang lainnya, mo nyambungin lagi keterangan dari macem2 fasakh yang udeh saya tulis sebagian kemaren. Selain karena cacat, fasakh juga bisa terjadi dikarenakan gak dapet nafkah dan karena adanya janji yang gak bisa ditepati. Gak dapet nafkah? ahh udeh umum kali yaa... kalo misua gak bisa kasih nafkah ujung2nya bisa berakibat kepada perpisahan.. kalo menurut penjelasan resminya, sebagaimana yang terdapat dalem buku Fiqih Islamnya tertulis begini:

Fasakh karena belanja: Istri yang sudah mencoba untuk berbuat taat, alias berusaha untuk gak melanggar rambu2.. ngjalanin profesinya sebagai istri dan ibu, eehh kok ya ternyata masihh aja gak terpenuhi nafkahnya, seperti: belanja makan, pakaian dan tempat tinggal... disebabkan suaminya gak mampu, maka sah - sah aja jika istri gak bisa lagi bersabar menjalani kehidupannya, istri boleh menuntut fasakh pada hakim. ketidak mampuan  untuk bersabar, bisa memfasakhkan pernikahan.

Dan fasakh selanjutnya karena adanya janji yang dulu ... saat mengambil si wanita tsb menjadi istri, saat menuju proses menjadikan yang haram menuju halal... terucap janji dari pihak suami ataupun istri... misalnya aja:  ketika wali mengijabkan dengan katanya: "Aku nikahkan fulanah kepadamu dengan janji bahwa dia (si fulanah) adalah seorang yang pandai membaca qur'an" Tapi ternyata... saat telah memasuki gerbang kehidupan berumah tangga, si fulanah ini gak pandai seperti yang dirpomosikan walinya di ijab qobul kemaren. Upps... maluw kan? .. masih iqro' 3 ngakunya udah juara MTQ se Endonesah... Begitu juga sebaliknya, apa yang pernah dijanjikan oleh suami, atau dari pihak suami kepada pihak perempuan... maka ketika perkawinan itu telah terjadi, tapi suami maupun pihak suami tidak mampu menepati janji, jangan salahkan kalo istri menuntut fasakh. 

Selain dua jenis fasakh diatas, ada lagi yang lain... yakni fasakh karena mahar... (suami gak mampu membayar tunai mahar, seperti yang disebutkan saat akad nikah. jadinya ngutang mahar)...mahar kok ngutang! tapi gak bisa dilunasin... boleh bagi istri untuk menuntut fasakh. Juga ada lagi fasakh dikarenakan suami menghilang ... gak ada kabar, entah masih hidup atau sudah mati ... maka bisa dijadikan sebab fasakh, setelah benar-benar meyakinkan kejelasan informasinya, setelah 4 tahun lamanya. 

Kalo ngliat penjelasan2 tentang fasakh lengkapnya... keliatan sekali betapa... walau, talak adalah perbuatan halal yang dibenci... tapi Allah tetap memperhatikan sisi kemanusiaan kita. Sebagai sosok muslim laki2 maupun dari sisi muslimahnya. Istri gak kuat lagi? atau suami juga kecewa karena istrinya gak seperti yang dipromosikan walinya? ... ya monggo - monggo aja cari solusinya.. gimana baiknya... kalo gak nemu jalan keluar yang melegakan masing-masing, hingga akhirnya perpisahan harus terjadi .... wallohu a'lam bishshowab deh... baik atau nggak, merusak citra atau nggak... semuanya kembali kepada yang ngjalanin. Orang bisa aja menilai salah... orang bisa aja menaruh simpati atau rasa benci... silakan saja... wong yang ngjalanin yang ngrasain... Yang penting, apapun yang hendak dilakukan, niatkan untuk kebaikan dalam ngjalanin agama. Andai... dengan terus bertahan... kemungkinan besar bisa menjadikan kita kufur, alias... malah semakin jauh dari amalan-amalan akhirat.... bikin males ibadah... bikin muak denger ceramah (bisa aja.. lantaran misua bisanya ngasih santapan rohani doang, misalnya) .... ya up to them deh pigimana selanjutnya

Khulu'

Penyebab rusaknya pernikahan alias timbulnya perpisahan ini datangnya dari pihak istri, contohnya ada pada  cerita dalam postingan saya sebelumnya. Khulu' itu keinginan talak yang datang dari pihak istri, dengan membayar 'iwadl kepada suami. Ada yang bilang ... dengan mengembalikan mas kawin, atau membayar dengan nilai yang sama seperti nilainya mas kawin yang pernah diberikan. Lho? bisa ya? ... ya bisa .. emang begitu adanya... tapi ya masa iya ya ... ada gitu suami yang ngotot minta balikin mas kawin yang dulu dia kasih? ihhh gak mau rugi banget yak? padahal buat perempuan juga... kerugian yang dialami banyak. Melar... gendut... jerawat, flek - flek ... weitss... kayak iklan obat jerawat ae... xixixixi

Perceraian yang dilakukan secara khulu' ... berakibat si mantan misua tidak dapat meruju' ataupun nambahin jumlah talak sewaktu iddah... hanya dibolehkan kawin lagi dengan akad yang baru.

Bahkan sebagian ulama mengatakan, Khulu' itu gak boleh terjadi,... kecuali keinginan untuk bercerai itu datang dari pihak istri. Ya bisa dikatakan.. Khulu' itu haknya istri. Manakala istri sudah gak punya lagi daya untuk bertahan dan menjalani ... dikarenakan ketidak sesuaian faham, peraturan yang mengekang... belanja yang pas - pasan.. ihh plis deh, ... udeh nafkah rohani ngpas, masa belanja juga mo dipas- pasin... oalahh... pulangkan sazalah daku pada orang tuaku .... :-p

Dzihar

Dhihar adalah ucapan talak dari suami dg kata kata kiasan, misalnya : engkau bagai ibuku!, atau : Engkau bagai adik kandungku!, ucapan ini menjadi talak bila diniatkan, dan bila tak diniatkan maka tidak jadi talak.

namun di negara arab dan dalam bahasa arab, ucapan ini sudah bermakna talak. Hhh... sukurrr ane gak tinggal di arab

Suami yang mengucapkan demikian wajib menarik kembali dan membayar kifarat sebelum istrinya digauli. Kafarat (denda) zihar ada tiga tingkatan, yaitu.

  1. memerdekakan hamba sahaya
  2. apabila tidak dapat memerdekakan hamba sahaya, puasa dua bulan berturut-turut.
  3. Apabila tidak kuat puasa, memberi makan kepada 60 orang miskin.

Masalah zihar diterangkan dalam surat Al Mujadalah ayat 2-4.

 

Ila’

adalah sumpah si suami bahwa dia tidak akan mencampuri istrinya dalam masa yang lebih dari empat bulan atau dengan tidak menyebutkan masa. Suami tersebut dinamakan Muli’, yaitu orang yang melakukan ila’. Apabila sebelum empat bulan suami kembali kepada istrinya maka suami wajib membayar kafarat (denda) dengan memerdekakan seorang hamba, lantaran ia menyalahi sumpahnya.

Akan tetapi, jika setelah empat bulan ia tidak kembali kepada istrinya, hakim berhak menyuruhnya untuk memilih diantara dua pilihan, yakni membayar kafarat sumpah dan kembali baik kepada istrinya atau mentalak istrinya. Apabila suami tidak mau kedua-duanya maka hakim berhak menceraikan istrinya dengan paksa. Rasulullah SAW, pernah bersumpah menjauhkan diri dari istri-istrinya dan beliau pernah mengharamkan sesuatu lantas yang haram itu beliau jadikan halal dan beliau membayar kafarat untuk sumpahnya.

Li'an

Li’an alah sumpah seorang suami yang menuduh istrinya berbuat zina. Menurut surat An nur 6-9 bahwa apabila suami yang menuduh istrinya berbuat zina dan tidak ada saksi, maka ia diwajibkan bersumpah empat kali dengan ucapan, “Demi Allah, saya benar dalam tuduhan saya” kemudian disumpah yang kelima ia wajib bersumpah “Demi Allah jika saya dusta dalam tuduhan saya, niscaya saya ditimpa laknat dari Allah”.

Untuk menghindari dari hukuman, istri juga wajib bersumpah empat kali dengan ucapan “Demi Allah suami saya itu berdusta” dan untuk sumpah yang kelima, ia wajib bersumpah dengan ucapan “Demi Allah kemurkaan Allah akan menimpa saya jika suami saya itu benarApabila seseorang menuduh orang berzina, sedangkan saksi yang cukup (empat saksi) tidak ada maka penuduh tadi dipukul (didera) 80 kali, tetapi kalau yang menuduh itu suaminya, ia lepas dari siksaan atau dera (pukulan 80 kali), yaitu dengan jalan Li’an.

Akibat dari li’an suami, timbul beberapa hukum dibawah ini:

a. Dia tidak disiksa (dipukuli)

b. Istri wajib disiksa dengan siksaan zina

c. Suami istri bercerai selama-lamanya

d. Kalau ada anak, anak itu tidak dapat diakui oleh suami

Untuk menghindari siksaan zina, istri harus membalas li’an suaminya.

IIhh... syeremmm ... ini satu2nya hal yang bisa menyebabkan si mantan suami, gak akan pernah,... mo nangis darah juga, gak akan bisa lagi kembali... ya iyalah... nuduhnya kan udah fatal banget,... mungkin aja si mantan misua ini beralasan, itu karena terlalu cemburu jadi esmosi, karena terlalu cintaaa... ahh .. gak bisssaaa pokoknya! scared.gif so, beware ... beware with your lisan ...

Ya, sekian sodarah - sodarah... topik yang amat sangat berat tapi bisa aja kita jumpai disekeliling kita,... mudah-mudahan aja... Allah senantiasa memelihara lisan, hati dan fikiran kita... jangan sampai sembarangan digerakkan berdasarkan emosi sesaat.... duh gusti deh rasanya ... drunk.gif na'udzubillahi min dzalik ... aminnn

 

Rgds, Moenk

 

Posted by bunayya

blm ada koment






« 2008/12 | 2009/03 »