Hubbuki, ... daaiman .. daaiman...
Seorang teman pernah bertanya: “Duh, gimana dong mbak,..
kalo saya belum bisa kontinyu nglakuin sholat malem? .. pengen banget siy… tapi
apa daya … seringnya susah banget bangunnya “ 
Biasaaa… alesan kita-kita ini, para emak2 yang Alhamdulillah
teteup cantik di tengah2 kelelahan yang mendera switswwiiiwww…. yaAllah.. PD
nian…
apalagi kalo bukan krucils yang nyaris 24 jam begitu menyita
perhatian kita. Yang… kalo kita mampu bersabar (dalam artian…. Gak berarti kita
gak boleh tegas siy sesekali waktu) … pada saat mereka besar nanti, tentunya
masa2 repot seperti sekarang inilah yang kadang…. Begitu kita rindukan.
Hmmm… apa ya… amalan yang …. Kira2 bisa jadi padanan pahala sholat malem itu? … coba yuk kita simak hadits dibawah ini :
من حمل تحفة من السّوق الئ ولده كان له صدقة وابداءوا
بالاناث فانّالله رقّ ب لاناث ومن رقّالانثى فكا نّما بكى من خشية الله ومن بكى من
خشيةالله تعالى غفر له
Barang siapa yang
membawa mainan dari pasar, kemudian diberikan kepada anaknya, maka pahala
baginya seperti sedekah. Dan mulailah
dari anak perempuan… karena sesungguhnya Allah amat lembut kepada anak
perempuan. Dan barang siapa yang berlaku lembut kepada anak perempuan, maka dia
seperti seorang yang sedang menangis karena takutnya pada Allah swt, (tahajud)…
dan barangsiapa yang menangis karena takutnya pada Allah,… diampuni oleh
Allah.. semua dosa-dosanya. (HR Bukhori)
Tuh .. tuh… keyen
kann? Doooh… lantas deh para emak dengan kompaknya berkata: “iihh… gue
banggettt…” sambil ngbayangin aktipitasnya tiap pagi, nenteng2 maenan harga
serebu dua rebu, pulang dari pasar yang becek gara2 ga da ojekkk...
maenan yang sudah sedemikian murahnya, makin keliatan lebih menyedihkan…
karena baunya bercampur sama ikan asin, dan pete hasil belanjaan sang emak pagi
itu. 
Berbahagialah yang
memiliki anak perempuan… peluang meraih pahala.. seperti pahalanya ahli ibadah
dimalam hari, bisa diperoleh… hanya dengan berbaik-baik sama anak perempuannya.
Emang ada gitu, emak yang gak bisa lembut ma anak2nya? Mudah-mudahan aja gak
ada yaa… ya allah, anak perempuan gitu loh.. palagi yang centil dan lucu bin
bawel di umur setaon dua taon…. Mo digalakin? Mana tahaaannn….???
Yahh.. gimana dong
yang gak punya anak perempuan? Ya sama aja siy hakikatnya mah,… lembut dan
penuh perhatian aja sama anak-anak kita,… sebisa mungkin,… jangan pernah
mengecewakan harapannya. Karena bagi mereka saat ini, ya kita-kita ini yang
memberikan rezeki. Bukan begitu bukan?
Seorang tabi’in,
Ibrahim bin Muhammad al husainy berkata:
“Barang siapa yang
menyenangkan anak kecil keturunannya hingga dia merasa puas, maka kelak Allah
akan menyenangkannya di hari Kiamat hingga dia merasa puas”.
Sepertinya … atsar
diatas tadi, seiring sejalan ya sama do’a mohon ampun buat kedua orang tua, …
kalo diperhatiin…. Dibagian akhirnya yang bilang begini:
… dan sayangilah
keduanya, sebagaimana mereka menyayangiku, dimasa kecilku” subhanallah…
Betapa… segala sesuatunya… yang telah dan sedang kita jalani adalah suatu keterkaitan yang gak bisa dipisah-pisahkan. Seperti hadits tadi, pengen puas di akhirat nanti? Puaskanlah anak keturunan kita dulu,… ketika si anak sudah merasa puas dan berbahagia karena merasa memiliki orang tua yang begitu menyayangi mereka, otomatissss… kita pasti akan selalu disebut-sebut dalam do’a do’a polos mereka. Dan,… kepengen didoain sama anak? Ya disiapkan dong ah… anak-anak yang sholeh dan sholehah… yang bisa selalu mendoakan kita, baik ketika kita masih ada ditengah2 mereka,… ataupun ketika kita sudah dipanggil oleh sang Maha… karena sesungguhnya, doa anak-anak yang sholeh/sholehah… adalah salah satu amalan yang tidak akan pernah terputus balasannya bagi kita,.. meskipun kita sudah meninggal.
Nabi kita amat sangat memuji orang yang mendidik anak perempuannya
contohnya ada dalam sabda beliau berikut ini:
Man 'alaa jaariyataini, hatta tablughoo jaa a yaumal qiyaamati .. ana wa huwa .. hakadzaa ... wa dlomma ishba'aihi (adabul islam lil athfaal)
Barang siapa yang mendidik anak perempuannya (lahir&bathin) sampai dia berusia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, Aku (Nabi) dan dia (orang yang mendidik anak perempuannya) dekatnya seperti 2 jari ini. (Nabi mengisyaratkan dengan 2 jarinya yaitu : jari telunjuk dan jari tengah) Subhanallah....
*mendidik disini artinya luas ya,.. menafkahi lahir batinnya...
Bahkan saya juga pernah denger,.. (monggo di guggling aja sendiri yak?
) ... siapa yang bisa mengantarkan anak-anak perempuannya sampai di gerbang pernikahan dalam keadaan suci,.. alias gak terkontaminasi... alias... tu anak bener-bener terjaga dari pergaulan yang tak juelas... itu bisa jadi jaminan si ortu akan syurgaNya...
gimana? berat? ho oh.... ya iyalah... anak perempuan... yang perumpamaannya katanya,.. mendidik 1 anak perempuan sama artinya dengan mendidik 10 anak laki-laki.... lha? yang baru punya anak 1, cewek?... ya udah... gak usah nambah lagi,.. udeh 5 kali KB tuh .. xixixixix....
Ahh,... anak-anakku tersayang... hubbuki, hubbukum... daaiman.. daaiman.... mama menyayangi kamu, alifa... menyayangi kalian semua... terus... dan terus... 
*Hubbuki daaiman.. daaiman... got from someone...
...
Posted by bunayya











![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss.png)