On My Birthday ....
Bismillahirrohmaanirrohiim …
Bumi Mardhatillah,
Aba dan Mama tercinta …
Kalau saja aku dapat menuliskan semua isi hatiku, maka inilah yang akan aku sampaikan kepada aba dan mama:
- Jangan manjakan aku, sebenarnya aku pun menyadari, bahwa tidak semua keinginanku harus dituruti. Seringkali aku merengek hanya untuk menguji dan mencoba Aba dan Mama saja. Kalau aba dan mama menuruti rengekanku, maka aku tahu bahwa aku bisa memanfaatkan rengekanku lain kali.
- --- Jangan takut bersikap tegas, karena aku juga membutuhkan ketegasan.. agar aku yakin, bahwa hidupku aman dalam lindungan Aba dan Mama.
- -- Cegahlah aku memulai kebiasaan buruk, Abad an Mamalah yang memiliki kemampuan untuk menilai sedini mungkin, apakah aku akan mengembangkan kebiasaan buruk itu atau tidak. Bantulah aku menghindarinya.
- -- Jangan pernah meremehkan aku. Jangan mengira aku bodoh, karena usiaku yang masih dini. Jangan mengira aku tak mengerti apa-apa tentang segala sesuatu yang terjadi disekitarku. Terutama yang berkaitan dengan Aba dan Mama… Ketika kalian bertengkar dibalik pintu kamar, aku mungkin tak mendengar. Tapi aku bisa membaca ketegangan dan amarah yang terlukis diwajah kalian satu sama lain.
- -- Jika aku berbuat salah, janganlah menegurku didepan orang lain, itu mempermalukan aku. Apakah Mama Aba mengira bahwa anak seusiaku tidak bisa merasa malu? Aku lebih suka Mama Aba memanggilku kedalam kamar, lalu mengajakku bicara dari hati ke hati. Kalau Mama Aba tidak berteriak, apalagi didepan banyak orang, lebih mudah bagiku untuk mendengar.
- -- Ijinkan aku merasakan sendiri resiko perbuatanku, selama Mama Aba tahu bahwa aku tidak dalam bahaya besar, biarkanlah aku belajar dengan caraku sendiri.
- -- Jangan masukkan kedalam hati kalau aku marah dan mengatakan “Aku benci Mama Aba!” Aku tidak sungguh-sungguh membenci kalian. Aku hanya kadang-kadang benci, mengapa begitu besar kekuatan kalian mengatur kehidupanku!
- -- Jangan lupa bahwa aku tidak selalu bisa menjelaskan apa keinginanku, dan mengapa aku menginginkannya. Mama kan juga tidak selalu bisa menjelaskan padaku, kenapa Mama ingiiiin sekali blus merah yang kita lihat di toko kemarin?...
- -- Jangan abaikan pertanyaanku, sikap tidak peduli kalian terhadap pertanyaan-pertanyaanku menyebabkan aku malas bertanya lagi, dan mulai mencari jawaban dari orang lain.
- -- Jangan sepelekan rasa takutku. Semua ketakutanku nyata. Bagiku, tidak peduli Mama teriak-teriak bahwa adegan di film itu hanya bohong-bohongan, aku tetap takut. Tetapi ajarilah aku bagaimana mengatasi rasa takut. Do’a apa yang Mama baca ketika cemas? Ajarilah aku do’a itu.
- -- Jangan berusaha sempurna, karena aku juga perlu belajar bahwa Mama Aba bukanlah manusia super.
- -- Mintalah maaf kepadaku, kalian bisa saja membuat kesalahan, sama seperti aku. Jangan khawatir, permintaan maaf kalian tidak akan membuatku meremehkan Mama Aba… tetapi justru menambah kekagumanku kepada kalian.
- -- Jangan lupa betapa cepatnya aku tumbuh kembang… Pada waktunya aku tidak bisa lagi diperlakukan seperti anak kecil.
- -- Ingatlah selalu bahwa aku akan terus membutuhkan pengertian dan kasih sayang Mama Aba, meski aku tidak perlu secara lisan mengingatkan Mama Aba , aku selalu butuh dipeluk, diajak bicara, dan diberitahu bahwa kalian selalu menyayangi aku.
- Jagalah kesehatan dan kebugaran kalian selalu.. ingatlah bahwa aku selalu membutuhkan kalian.
Terimakasih Mama Aba,… salam beribu juta miliar cinta dari ananda….
Alifa tsurayya fatiya …
Dikutip dari majalah Paras, by Santi soekanto dan Ratih sayidun
Posted by bunayya
1 koment, tengkyuu











![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss.png)
DiniBundaZeeva (guest)