“Selamat ya,.. semoga bisa menjadi rumah tangga yang
samara, alias sakinah, mawaddah wa rohmah.. “
Itu kalimat yang pasti, selalu terucap untuk sepasang
pengantin baru, … cita-cita yang
pastinya dimiliki oleh setiap pasangan yang menyempurnakan setengah Diinnya.
Kalo cita2 mau jadi apa saat besar nanti? Tentunya semua punya aneka macam
keinginan menjadi seseorang sesuai imajinasinya saat itu. Biasanya yang
terjadi, cita-cita yang terpancang, meleset dari apa jadinya dia pada akhirnya.
Cita-cita mau jadi dokter, ehh taunya jadi pemain soccer :D
Dan, saya baru tau… apa arti sebenarnya Sakinah,… Mawaddah dan Rohmah itu… Kemarin.
Iya.. baru kemarin, ketika menghadiri walimah seorang teman
lama… yang mengisi do’a untuk mempelai adalah kakak tersayang,.. disitu… kakak
menyelipkan definisi dari sakiinah, mawaddah dan rahmah. Subhanallah…
Ternyata, sakiinah itu … bukan berarti “tenang” yang
sesungguhnya, dalam artian… tenaaaang, damaaai… adem ayem… bukan… diambil dari
kata sikkiin, bhs arab yang artinya Pisau, … sifat pisau? Makin diasah, maka
akan semakin tajam. Begitu pula dengan sakiinah,… ingin ketenangan yang lebih
hakiki? Harus sering diasah dengan berbagai ujian… Manakala ujian demi ujian sudah sering
menimpa, dan kita mendapati diri.. dan hati… masih bisa tenang, bisa dilabuhkan
kedalam sujud-sujud kita, masih terpancang harapan, bahwa ada Dia yang pasti,
melihat… segala kesulitan kita,.. ketika itulah rumah tangga kita sudah bisa disebut,
sakiinah. Tenang dalam badai…. 
Jadi, rumah tangga yang sakiinah itu bukan berarti rumah
tangga yang bebas dari ranjau, aman dari undakan, dan mulus dari serpihan kaca. Bukan…
melainkan rumah tangga yang selalu menemui undakan-undakan, serpihan-serpihan,
dan ranjau demi ranjau yang menjebak… tapi, mampu dilewati berdua. Berdua,
bersatu menghadapi semua ujian tersebut, ketika itulah mereka bisa disebut
pasangan yang sakiinah.
Tapi bukan Cuma sakiinah aja yang diperlukan untuk memperkokoh
pilar perkawinan tersebut. Harus ada Mawaddah,.. alias cinta birahi… maksudnya,
cinta yang menggelora diantara keduanya. Cinta yang membuat kehidupan
perkawinan itu ada pijar-pijar apinya,… ada aliran kimianya,… hingga akhirnya,
bisa melahirkan keturunan bagi keduanya. Gimana caranya bisa mendapatkan
sakiinah, ketika mawaddah saja sudah mati? …. Pada akhirnya, setiap
undakan-undakan yang ada, dihadapi sendiri-sendiri… ketika ranjau menjebak,
bisa jadi suami selamat, tapi istri terjebak, atau sebalikn ya… karena apa? Karena
gak ada pegangan tangan keduanya ketika menghadapi itu semua. Semua dilalui sendiri-sendiri…. Tanpa adanya
kekompakan.
“Kelanggengan rumah tangga akan selalu diuji. Perbedaan
sikap, pilihan karier beserta dinamika kerjanya, tekanan ekonomi, dan percikan kenangan lama
akan menggoda ditengah jalan”. (cuplikan cerbung Semusim lalu, ifa avianty)
Adapun Rahmah, akan
diraih keduanya, ketika sudah melalui sakiinah dan mawaddah…. Rahmah adalah
kasih sayang yang melengkapi hari-hari tua mereka… ketika anak-anak sudah
melahirkan cucu-cucu bagi mereka, ketika rambut sudah memutih, karir sudah
dilepas, kasih sayang yang ada bukan lagi seperti pijaran api ketika masih muda
dulu, akan tetapi… terasa lebih kuat meski tak lagi bergelora. Sepi tapi berarti, seperti senja…. Yang tenang
namun penuh kehangatan..
Hmmm… akhirnya, disini,.. disimpang jalan ini, saya terpekur.. merenungi
kembali…
Ya Allah,.. sudah benarkan langkah yang kuambil? Hanya Engkau
yang Maha mengetahui ya Allah,… kuterima semua kehendakMu, apapun itu… tapi
jika Kau selamatkan aku,.. ijinkan aku membahagiakan orang-orang terkasih
dikehidupanku, saat ini…. Aminnn…
Oleh-oleh Do’a pengantin baru:
Ya Allah, kumohon padaMu 4 hal…. Dan aku berlindung padaMu
dari 4 hal…
Aku mohon 4 hal padaMu:
- Lisan yang selalu
berdzikir,
- Hati yang selalu bersyukur,
- Badan yang selalu bersabar,
- Dan… pasangan yang mau
membantu urusanku dunia dan akhirat.
Aku berlindung padaMu dari 4 hal:
- Anak yang memperbudak aku (menjadi tuan
atasku),
- Harta yang membawa bencana
bagiku,
- Tetangga yang bila melihat
kebaikan dariku, dia diam saja dikarenakan iri atas kebaikan yang kuperoleh.
Namun jika melihat keburukan dariku, dia menyebarkannya.
- Pasangan yang membuatku
beruban (Tua) sebelum waktunya.
Wallohu a'lam bishshowab ... 