Profil
Profil Facebook Moenk Sayeeda Moorthafia
Buat lencana kamu sendiri
"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari."

Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer

“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”


About me

INFJ - "Author". Strong drive and enjoyment to help others. Complex personality. 1.5% of total population.
Take Free Myers-Briggs Personality Test


greatly Links:

Islam's Things

fatwa online

Rabia el adawiya

Islamic Play&Learn

Islam4Kids

Islamic Games

Yang mau belajar quran 1

Yang mau belajar quran 2

Blog's Things




Free chat widget @ ShoutMix








Temans:






Indonesian Muslim Blogger

Yuk.Ngeblog.web.id

tadotsugakuen OnePlusYou Quizzes and Widgets
Created by OnePlusYou



blog ini tampak lebih manis jika dan hanya jika disaksikan pake

Get Firefox!


[Valid RSS]

Site powered by Tabulas.


October 13th, 2009

Jasmin, ... hari-hari baru di Pondok ;-) Part II


 

 

Denah Pondok Pesantren Noor el Hakiem Jasmin.


Secara fisik, bangunan Pondok ini gak masalah buatku. Meski jelas berbeda dengan Pondokku di Jawa dulu. Dan perbedaan itu juga ada pada mata pelajaran dan jadwalnya. Di Pondokku yang dulu, mata pelajaran agama khas Pondok dipelajari terpisah dengan mata pelajaran umum. Jadi, siangnya aku tetap sekolah seperti Sekolah Menengah Pertama biasa, sedangkan pelajaran-pelajaran khas pesantren harus kami ikuti pada pagi harinya, mulai jam 8 pagi sampai menjelang Dzuhur. Namanya Diniyyatul Wustho untuk kami yang tingkat Tsanawiyah (setingkatSMP), dan Diniyyatul ‘Ulya untuk kakak-kakak yang ‘Aliyah (setingkat SMA). 


Nah.. untuk sekolah Diniyah ini nih… yang seringnya malas diikuti. Aneh ya.. namanya juga pesantren, kok ya malah malas sama pelajaran kitab-kitabnya . Disini karena Pesantren Salaf.. jadi ya disekolah sudah full juga dengan mata pelajaran khas sebuah pesantren seperti Aqidah akhlak, Nahwu, Shorof, Fiqih, Bahasa Arab, dan lain-lain dan sebagainya.  


Jadwal harianku sejak bangun tidur adalah sholat Shubuh, ngaji kitab sampai jam 6, lalu siap-siap untuk sekolah pada jam 7. Pulang sekolah siap-siap sholat Dzuhur, makan siang trus leyeh-leyeh sebentar sambil menunggu jam 2 untuk ngaji kitab lagi sampai Ashar. Baru deh.. datang yang namanya waktu favoriteku yaitu dari habis Ashar sampai hampir Maghrib, bebas dan santai. Hehehe… 


Habis Maghrib? Ya ngaji kitab lagi sampai ‘Isya, trus habis ‘Isya adalah waktunya 
mudabbirotpunya gawe. Segala jenis persidangan berlangsung dimalam hari. Segala bentuk pelanggaran yang kami lakukan seharian tadi, malamnya langsung dapat sangsi dari mudabbirot. Yang melanggar bahasa, akan dipanggil oleh Qismul Lughoh.. yang tadi siang ketemuan sama santri cowok, atau ketauan surat-suratan, siap-siap dipanggil Qismul ‘Amn. 


Ngomong-ngomong,.. tadi namaku juga disebut sama 
Qismul I’lan lho... Tapi bukan untuk disidang, melainkan… mmm.. aku sudah waktunya pindah kamar. Dari kamar mudabbirot ke kamar santri biasa. Dan alhamdulillahnya, kakak-kakak mudabbirot memindahkanku kekamar Az-Zahra 3. Asyiikk… aku bisa bareng sama Loen, teman sekelasku yang baik dan rada bawel itu. Hehehe.. 
Dia juga senang sekali waktu aku datang ke Az-Zahra 3 sambil bawa barang-barangku. 

“Lho, Jas… pindah kesini ya? Asyiikk… kita bisa cerita-cerita dong tiap malam sebelum tidur?”
Kujawab dengan senyuman lebar sambil ngos-ngosan… Loen pun langsung meraih beberapa barang-barangku dan membantu merapikannya di lemari kosong yang sudah tersedia. Alhamdulillah.. urusan kamar sudah beres.


Tentang makanan Pondok, sebenarnya aku juga oke-oke aja sih. Cuma satu yang aku gak tahan.. disini lauknya selalu [
always dan and tidak pernah never is adalah] Pedas! Mau terong tumis.. pedas, mau sayur kangkung.. pedas, mau semacam perkedel.. juga pedas. Gak ada pilihan dan gak ada konfirmasi dulu. Masalah ini nih.. yang sering membuat aku terkangen-kangen lagi sama Pondokku dulu. Kalau saja jarak antara Pondokku ini cukup dekat sama rumah.. mungkin ummi akan datang membawakan lauk-pauk kering seperti waktu aku mondok di Jawa dulu. 

Dulu, Ummi dan Abah biasa menjengukku setiap satu bulan sekali. Disini? Mana bisa.. jarak tempuh dari Jakarta ke Lombok aja sudah memakan waktu tiga hari dua malam. Yah, berhubung kami bukan dari keluarga yang berada, maka transportasi yang selalu Abah pakai setiap kali pulang kampung kesini adalah dengan bis umum. 

Abah termasuk orang yang cukup keras mendidik anak-anaknya. Meski dulu tempat mondokku lumayan dekat (Jakarta-Bogor), tetap aja aku gak boleh dan gak bisa izin seenaknya. Kalaupun dari pihak pesantren mengizinkan, belum tentu Abah juga membolehkan. Bahkan Abah sampai-sampai pernah melarang keras aku untuk pulang, walau karena sakit sekalipun. 

“Abah gak izinkan kamu pulang, kalau belum sekarat!” 

Ihh.. tega ya? Tapi jangan kuatir.. meski Abah keras kayak begitu, Abah juga sangat sangat sayang pada anak-anak perempuannya, agak lebih dari yang laki-laki*. Kedatangan Abah ke Pondok, adalah kesempatan emas yang gak pernah aku sia-siakan. Karena disaat Abah datang itulah, beliau akan mengabulkan apapun yang kuminta. 

“Beli ini bah, beli itu… mau bayar ini, mau bayar itu” .. 

Dan Abah dengan tetap tersenyum menjawab: 

“Silakan…. buat anak-anak Abah apa sih yang gak boleh? Asal tetap betah dipondok, rajin belajar, jangan pernah melanggar peraturan, itu udah cukup buat Abah” 

Duuhh… manis banget kan? 

Aku tau, Abah gak selalu kelebihan uang, tapi kalo untuk urusan sekolah, Abah gak akan pernah bilang 
“Tidak bisa atau Tidak ada”. Sebab kata Abah, dengan anak-anaknya terus bersekolah, maka rezeki juga akan selalu datang. Jadi gak ada deh kamusnya “Gak bisa sekolahin anak karena gak ada biaya”. Kata Abah, itu adalah prinsip yang salah,… 


“Allah kan Maha Melihat setiap niat kita, dan anak-anak adalah titipan-Nya,… kalau yang dititipi senantiasa menjaga dan berusaha untuk memberikan yang terbaik buat titipan tersebut, niscaya Yang Menitipkan akan senang dan selalu menolongnya”*. Begitu… 


Duh, jadi kangen deh sama Abah,…


 

Posted by bunayya

1 koment, tengkyuu







October 4th, 2009

-- Jasmin, Kenalan yuk... ;)


(Coba2 bikin serial )

 

Hai, namaku Jasmin. Lengkapnya Jasmin Mumtaza. Nama yang cukup manis bukan? Semanis artinya, Melati yang istimewa. Hehehe… paling nggak, manis ditelingaku lho.. (Dilarang protes! ). Lumayanlah… setiap kali berkenalan aku gak perlu menyebutkan nama lengkapku, cukup panggil aku Jasmin. Simple kan?

 

Aku baru aja pindah sekolah. Tamat dari sebuah SMP Islam sekaligus pondok pesantren di daerah Jawa Barat, dan sekarang akan menjadi santriwati di pondok pesantren salafiyah. Namanya pondok pesantren salafiyah Noor el Hakim, Nusa Tenggara Barat. Jauh ya? Ahh biasa aja tuh.. karena memang asal orang tuaku dari sana. Tepatnya pulau Lombok. Pulau yang menurutku jauh lebih indah dari pulau tetangganya, Bali. Still yakin aja, padahal menginjakkan kaki ke Bali aja belum, dan ke kampung kelahiran orang tuaku ini juga baru kali ini, sejak aku lahir. Xixixi..

 

Semula aku gak terlalu faham apa bedanya pondok pesantren salafiyah dengan pondok pesantrenku sebelumnya. Ternyata oh ternyata.. salafiyah itu maksudnya tradisional. Jadi gak pakai kurikulum seperti sekolah–sekolah biasa, dan gak ada kegiatan yang agak-agak modern seperti drumband, yang aku ikuti di pesantrenku dulu. Duh.. bisa betah gak ya disini? Aku memandangi para santriwati dari balik jendela rumah Abun* ( *Panggilan buat pak kyai, pengasuh pesantren ini), ketika Abah dan Umi sedang membicarakan soal kepindahanku kesini.

 

Hmm rasa-rasanya sejak kecil aku sudah terlalu sering merasakan dan tinggal disuatu tempat yang baru. Jadi ketika untuk pertama kalinya, akan menjalani kehidupan sebagai seorang santri baru disini, aku cuma bisa berfikir untuk menjalani aja seperti biasanya. Beradaptasi.., syukur-syukur betah, kalo nggak, ya tinggal keluarin jurus ampuh aja ke Abah nanti, yaitu… Nangis!

 

Karena Abun melihat aku datang dari jauh, dan masih belum tau akan menempatkanku di kamar yang mana, maka aku dititipkan dulu dikamar Mudabbirot* (*Pengurus). Aku Cuma bisa cemas-cemas gitu deh.. mudah-mudahan aja mudabbirotnya baik-baik semua, aminn.. Do’aku terkabul, kak Hilyati, kak Eenk dan kakak-kakak mudabbirot dikamar ini ternyata baik-baik. Apalagi kak Rukmini, kakak mudabbirot yang berasal dari Sumbawa ini orangnya putih, kalem, dan mungil. Tapi ternyata dia adalah ketua mudabbirot lho.. kecil-kecil cabe rawit rupanya.. setiap kak Mini (panggilannya) jadi imam sholat, aku senang sekali. Suaranya bagus, bacaannya fasih, orangnya cantik.. lengkap sudah untuk jadi istri solehah. Hehehe..

 

Karena salafiyah itulah, maka pondok pesantren yang aku masuki ini benar-benar beda dengan pondokku sebelumnya. Disini, santri putri dan santri putra beda asrama (ya iyalah..), dan beda kelas. Maksudnya, dikelas isinya cuma santri putri semua. Jadi semua kegiatan yang kami ikuti disini, gak pernah bercampur dengan santri putra. Hmm… gak ada lagi deh acara lirik-lirikan saat ngaji kitab kuning, seperti yang dulu pernah aku alami. Hehehe..

 

Pertama-tama masuk kelas, (aku disini jadi santri ‘aliyah alias SMU) rasanya asik-asik aja.. gak ada santri putra, artinya.. aku gak akan malu-malu banget deh kalo lagi gak ngerti sama satu mata pelajaran, apalagi pas lagi ngantuk dan ketauan tidur? Fiuhh amannn…. eh tapi ternyata lama kelamaan.. segalanya gak seasik yang aku kira. Karena satu kelas isinya ada 35 siswi, cewek semua.. dan, kebanyakan masih satu daerah.. (pengumuman, disini cuma aku yang datang dari jauh) setiap harinya suasananya rame, bising.. apalagi kalo ustadz belum masuk, wuihh itu cewek-cewek.. ada yang sampe duduk di atas meja lho!

 

Tentang ustadz-ustadz alias guru cowok yang mengajar disini, smuanya baik-baik. Aku paling suka sama ustadz Kadir yang mengajar Aqidah akhlak, dan ustadz Musleh yang mengajar Nahwu. Padahal pelajaran Nahwu adalah pelajaran yang paling susah buatku, waktu di smp dulu. Di pondok modern sebelumnya. Oalah kok ya disini pelajaran Nahwu ini jadi pelajaran yang lumayan mengasikkan juga ternyata. Ustadz Musleh pintar cara mengajarkannya. Dari beliau juga aku dapat satu amalan, yang sampai sekarang masih tetap rutin kubaca setiap habis sholat subuh dan maghrib. Yaitu ayat kursi, 2 ayat sesudah ayat kursi, dan 3 ayat akhir al-baqoroh. Kelak.. aku akan ceritakan manfaat dari amalan yang terus kubaca ini, ketika akhirnya aku bertemu dengan suasana mistis di pulau Nusa Tenggara ini.

 

Disini, kelas-kelas ada di lantai 2. Dibawahnya adalah kamar-kamar para santri. Jadi bisa dibayangkan, kalo pagi sampai siang hari suasana di lantai 2 yang ramai. Nah setelah pulang sekolah sampai jam 10 malam, lantai bawah yang ramai. Meskipun setelah jam 10 malam masih ada beberapa santri yang tetap duduk untuk tadarusan, tapi lebih banyak tenangnya deh suasana dimalam hari. Tenang? Duhh.. siapa bilang tenang? Aku pernah lho, dengar suara-suara ramai seperti sedang ada upacara bendera di halaman sekolah, tepat jam 2 malam! Tapi ceritanya nanti aja ya, sekarang aku masih menjelajahi bangunan fisik pondok baruku dulu.


Bangunan pondok pesantren Noor el Hakim ini terbagi dua. Satu disebut Pondok Timur, karena adanya di sebelah Timur (orang-orang disini terbiasa menyebut letak suatu tempat menggunakan arah mata angin) Dan satu lagi, Pondok Barat. Pondok Barat letaknya lebih dekat ke asrama putra. Kalau Pondok Timur, letaknya lebih tertutup, dan disinilah aku akan menetap. Oiya, kalau di Pondok Timur, kami lebih dekat dengan rumahnya Abun, tapi di Pondok Barat juga ada perwakilannya Abun, yaitu tuan guru* Muharrar, yang pembawaannya masih lebih ramah daripada Abun. Kalau Abun Shofwan lebih pendiam dan jarang langsung menatap kami ketika sedang mengajarkan Tafsir Jalalain.

 

Kamar mandi! Satu lagi yang belum aku sebutkan. Disini kamar mandi atau tempat santri mandi terbagi menjadi tiga tempat. Yang pertama, kamar mandi yang terbagi-bagi menjadi 10 pintu. Ke-2, sumur besar berdiameter …. Mmm.. berapa ya? Sumurnya gede banget. Mungkin diameter 10 meter kali? Mandinya gimana? Wah ternyata disini santrinya mandi rame-rame. Pertama kali kesini aku kaget lho.. gara-gara kamar mandi yang cuma 10 pintu itu semuanya penuh, aku coba lihat yang ini,.. wuihh andai aja aku bukan cewek… heuheuheu.. Dan kamar mandi yang ke-3, yah sama saja.. masih berbentuk sumur juga, trus mandinya juga masih rame-rame juga… ahhh gak jadi ahh.. mending aku mandi kesorean deh daripada harus mandi rame-rame.. xixixi.. itu artinya… besok aku harus bangun cepat supaya kebagian kamar mandi yang satu orang satu tempat itu. Hhh… sip deh.


Jasmin menikmati suasana baru disana. Selama masih tinggal bersama kakak-kakak pengurus Jasmin begitu merasa disayangi. Belum banyak interaksi Jasmin dengan santri sebayanya, apalagi santri sekelasnya. Tapi Jasmin akan punya sembilan sahabat baik pada akhirnya. Cuma satu yang membuat Jasmin kurang betah… apa tuuuh? Kita Tanya Jasmin aja besok ya? … dadaaah...

 

 

 

Kamus

 

Abun = Bapak (bhs Arab) Panggilan buat pak kyai, pengasuh pesantren.

Mudabbirot = Pengurus)

Tuan Guru = sama saja dengan Kyai. Suku Sasak biasa menyebut Tuan Guru untuk guru ngaji yang sudah berhaji, dan biasanya juga memiliki pondok pesantren.

 

Posted by bunayya

3 koment, tengkyuu







September 27th, 2009

Dalam labirin kata-kata


Apalagi Robb? ..

Apalagi yang hendak KAU berikan dijalan hidupku, sebagai ujian atas kecintaanMu padaku ...

Karena sungguh, sebenarnya aku tak pantas menerimanya,..

Aku tak memiliki sekeranjang budi pahala yang pantas kupersembahkan,..

Pun, tak berkurang segunung dosa yang telah kutimbun..

Aku bukan siapa-siapa, Robb...

Cuma seorang hamba.... yang tersesat dilautan lara tak bertepi..

Sakit ini sudah menghimpit jiwaku,..

Tangis diam-diam tlah jenuh menemani malam sepiku..

Aku masih disini, dan terus disini untuk menanti..

Entah siapa dan apa yang kan datang pada akhirnya,

Dekap aku wahai sunyi...

lerai kristal bening yang tlah membeku diwajahku..

sentuh jiwaku dengan kelembutan mimpimu..

Aku masih disini..

Dan akan terus disini,.. mengurai hayal.. memintal harap..

Mencoba menjaring bayang yang kian tersamar..

Duh,... Robb... Sungguh aku tak kuasa lagi bertahan ..

 

Posted by bunayya

2 koment, tengkyuu






« | »